Sabtu, 07 Desember 2013

Published 23.00 by

pengetahuan singkat tentang Kukang -basic of some of Kukang - slow loris

T-REC semarang-TUGUMUDA REPTILES COMMUNITY SEMARANG—KOMUNITAS REPTIL SEMARANG
More info :
minat gabung : ( menerima keanggotaan diluar kota Semarang )
08995557626
..................................
KSE – KOMUNITAS SATWA EKSOTIK – EXOTIC PETS COMMUNITY-- INDONESIA
Visit Our Community and Joint W/ Us....Welcome All Over The World
 KSE = KOMUNITAS SATWA EKSOTIK

MENGATASI KENDALA MINAT DAN JARAK

KAMI ADA DI TIAP KOTA DI INDONESIA 
GABUNG.........HUBUNGI 08995557626

.........................




..........KUMPULAN  ARTIKEL-ARTIKEL  BERBAHASA INDONESIA YANG BERKAITAN DENGAN TOPIK JUDUL.....YANG DIAMBIL DARI PENCARIAN DI GOOGLE DENGAN MENYERTAI LINK SUMBER NYA...UNTUK MENAMBAH PENGETAHUAN DAN SEMOGA BERMANFAAT BAGI SEMUA.......
 









































pengetahuan singkat tentang Kukang -basic of  some  of Kukang - slow loris




pengetahuan singkat tentang Kukang -basic of  some  of Kukang - slow loris




Kukang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kukang—kadang-kadang disebut pula malu-malu—adalah jenis primata yang bergerak lambat. Warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Berat tubuh 0,375-0,9 kg, panjang tubuh dewasa 19-30 cm.
Di Indonesia, satwa ini dapat ditemukan di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Kukang (Nycticebus coucang) adalah jenis primata yang lucu dan menggemaskan sehingga tidak heran banyak masyarakat umum yang menjadikan primata ini menjadi incaran untuk dijadikan hewan peliharaan. Kukang telah dilindungi oleh hukum Indonesia, sehingga perdagangannya adalah illegal dan kriminal.

Sebaran

Keluarga kukang atau sering disebut-sebut malu-malu, terdiri dari 8 marga (genus) dan terbagi lagi dalam 14 jenis. Penyebarannya cukup luas, mulai dari Afrika sebelah selatan Gurun Sahara, India, Srilanka, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara. Dari 8 Marga yang ada, di Indonesia hanya ditemui 1 marga, yaitu Nycticebus.
Marga Nycticebus terdiri atas 5 jenis, yaitu:
  1. Nycticebus coucang yang tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera dan kepulauan sekitarnya.
  2. Nycticebus pygmaeus tersebar di Indocina, Laos dan Kamboja.
  3. Nycticebus bengalensis, tersebar di India hingga Thailand.
  4. Nycticebus javanicus, hanya tersebar di Jawa.
  5. Nycticebus menagensis, hanya tersebar di Kalimantan serta kepulauan sekitarnya.
Kukang merupakan primata yang hidup di hutan tropis Indonesia, menyukai hutan primer dan sekunder, semak belukar dan rumpun-rumpun bambu. Kukang tersebar di Asia Tenggara. Di Indonesia kukang ditemukan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Akan tetapi sampai saat ini belum ada data yang pasti dan akurat tentang jumlah populasi kukang di alam. Akan tetapi jika dilihat dari berkurangnya habitat kukang serta maraknya perburuan dan perdagangan illegal bisa dijadikan indikator bahwa keberadaan kukang di alam mengalami penurunan.

Perlindungan kukang


Di Indonesia kukang sudah dilindungi sejak tahun 1973 dengan Keputusan Menteri Pertanian tanggal 14 Pebruari 1973 No. 66/ Kpts /Um/2/1973. Perlindungan ini dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah(PP) Nomor 7 tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang memasukan kukang dalam lampiran jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.
Menurut Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 ayat 2, perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi termasuk kukang adalah dilarang. Pelanggar dari ketentuan ini dapat dikenakan hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.
Dengan adanya peraturan tersebut, maka semua jenis kukang yang ada di Indonesia telah dilindungi. Sementara itu badan konservasi dunia IUCN, memasukan kukang dalam kategori Vulnerable (rentan), yang artinya memiliki peluang untuk punah 10% dalam waktu 100 tahun. Sedangkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) memasukan kukang ke dalam apendix I. Status CITES: Sebelumnya kukang masuk dalam appendix II CITES yang berarti perdagangan internasionalnya diperbolehkan, termasuk penangkapan kukang dari alam.
Dengan masuknya kukang dalam appendix I CITES pada tahun 2007, maka perdagangan internasional kukang semakin diperketat. Perdagangan kukang tidak boleh lagi hasil penangkapan dari alam, tapi harus hasil penangkaran. “Masuknya kukang dalam appendix I CITES ini akan memberi perlindungan yang lebih maksimal bagi kukang, sehingga kukang di alam akan lebih terjamin kelestariannya”.
Usulan kukang untuk naik menjadi appendix I ini dibawa oleh Kamboja dalam sidang CITES yang berlangsung tanggal 3 – 15 Juni 2007 di Hague, Belanda yang dihadiri lebih dari 150 negara, termasuk Indonesia. Indonesia sendiri telah merativikasi konvensi CITES ini sejak tahun 1978.
Usulan Kamboja untuk menaikan appendix kukang tersebut kemudian mendapat dukungan dari negara-negara Uni Eropa, India, Indonesia, Jepang, Laos, Thailand dan USA. ProFauna Indonesia yang juga menghadiri sidang CITES tersebut juga turut mendukung usulan Kamboja tersebut. Selain ProFauna, organisasi lain yang juga mendukung penaikan appendix I kukang tersebut adalah Species Survival Network (SSN), dan Asian Conservation Alliance Task Force. status IUCN: Rentan (Vulnerable) A2cd ver 3.1 /Tahun 2008.

Penangkapan kukang di alam


Survey yang dilakukan ProFauna sejak tahun 2000 hingga 2006 menunjukan bahwa kukang yang diperdagangkan bebas di beberapa pasar burung adalah hasil tangkapan dari alam, bukan hasil penangkaran.
Beberapa tempat di Indonesia yang menjadi daerah penangkapan kukang adalah
Salah satu lokasi penangkapan kukang di Jawa Barat adalah di Kabupaten Sumedang, yaitu di Hutan Kareumbi. Di daerah ini metode penangkapan dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan menangkap kukang langsung diatas pohon bambu. Penangkapan kukang secara intensif ini dilakukan sejak tahun 1985.
Dalam satu hari penangkap bisa menangkap 6 – 7 ekor kukang. Kukang hasil tangkapan ini langsung dibawa ke pengepul yang kemudian oleh pengepul akan dikirim ke pasar burung yang ada di Bandung, Jakarta, Semarang bahkan Surabaya.
Saat ini semakin sulit menangkap kukang di daerah Sukabumi, padahal sebelum tahun 2000 Sukabumi adalah salah satu pemasok perdagangan kukang di Indonesia. Kemunkinan besar populasinya di alam jauh berkurang, sehingga semakin sulit untuk ditangkap.
Sedikitnya ada 40 ekor kukang yang ditangkap dan diperdagangkan secara illegal di Bengkulu. Sebagian besar Kukang tersebut ditangkap dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Di tingkat pengepul satu ekor kukang dihargai Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. Oleh pengepul kukang tersebut akan dijual di pasar burung dengan harga berkisar antara Rp. 100.000 sampai Rp 150.000 per ekor.

Gigi kukang dipotong


Untuk menampilkan kesan bahwa kukang itu satwa yang jinak, lucu dan tidak menggigit, maka oleh pedagang gigi kukang tersebut dicabut dengan menggunakan tang (pengait) yang biasa dipakai oleh tukang listrik. Dalam proses pencabutan tersebut gigi kukang sering patah atau remuk dan menimbulkan luka di mulut.
Kemudian kukang tersebut dipegang kakinya dengan posisi kepalanya di bawah. Selanjutnya kukang tersebut diputar-putar dengan alasan untuk menghentikan pendarahan. Banyak kasus kukang yang habis dipotong giginya mengalami infeksi yang bisa berdampak pada kematian.

Perdagangan kukang

Berdasarkan pemantauan ProFauna di 9 pasar burung di Pulau Jawa dan Bali, kukang merupakan salah satu jenis satwa yang diminati pembeli dan ditemukan hampir di semua pasar satwa/pasar burung.
Berdasarkan pemantauan ProFauna pada tahun 2002 saja sedikitnya ada 5000 ekor kukang diselundupkan dari Sumatera ke Pulau Jawa untuk diperdagangkan melalui Lampung. Ini sangat mengkhawatirkan keberadaan kukang di hutan alami Pulau Sumatera.
Perdagangan kukang tidak hanya terjadi di Pulau Jawa saja melainkan juga di kota-kota besar lain di luar Pulau Jawa.Tanggal 9 Juni 2004 juga diperdagangkan 12 kukang yang ditawarkan 150.000 di pasar burung Bintang Medan yang mana pelaku perdagangan di pasar burung ini adalah pemain lama yang empat tahun silam juga terlibat dalam perdagangan serupa. Perdagangan kukang juga terjadi di Banjarmasin tepatnya di Pasar Ahad Jl A Yani Km 7,5 serta di Pasar Sudi Mampir (depan Plasa Metro City).
Sementara itu di kota Palembang Sumatera Selatan perdagangan kukang terjadi dalam jumlah besar di pasar Enambelas Ilir. Di Palembang setiap bulannya jumlah kukang yang dijual secara bebas berjumlah antara 40 – 60 ekor dengan harga antara Rp. 100.000 sampai Rp.200.000 /ekor.
Di Jakarta banyak juga dijual di pasar hewan Jatinegara.
Perdagangan kukang ini tidak hanya terjadi di pasar burung melainkan juga di mall-mall. Pada tanggal 3 Juli 2004 di depan Dunkin Donut di jual 2 ekor kukang yang ditawarkan dengan harga 175.000 rupiah per-ekor. Padahal di mall ini dulunya belum pernah ada catatan tentang perdagangan kukang.
Di Bandung Indah Plaza (BIP) setiap harinya biasa dipajang dengan bebas 3 sampai 5 ekor kukang. Kukang tersebut ditawarkan seharga Rp 150.000 hingga Rp200.000 per ekor.
Beberapa hari yang lalu juga tampak di Supermal Karawaci menjual kukang dengan harga kisaran Rp200.000 per ekor.

Untuk obat tradisional

Pemanfaatan kukang selain di perdagangkan untuk hewan peliharaan juga dimanfaatkan untuk media mistis. Tulangnya dipercaya memiliki kekuatan mistis untuk merusak ketentraman dalam rumah tangga, bagi sebagian besar orang di Sumatera dan Jawa, tulang kukang juga bisa dijadikan media yang ampuh untuk melakukan serangan secara mistis yaitu terutama dalam persaingan usaha. Dan kukang yang masih hidup dipercaya tidak baik untuk dipelihara karena dianggap sebagai hewan yang menjadi media/inang bagi mahluk gaib. Hanya sayangnya, kepercayaan ini sering kali sudah tidak dikenal oleh generasi masa kini.

Penyelundupan ke luar negeri

Selain perdagangan di dalam negeri (domestik), kukang juga diselundupkan ke luar negeri. Seperti yang terjadi pada bulan Januari tahun 2003 polisi berhasil menyita 91 ekor kukang dari warga Kuwait di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Kukang tersebut semula akan diselundupkan ke Kuwait. Sayangnya kasus hukum penyelundupan kukang tersebut tidak jelas kelanjutannya.
Pada tanggal 27 Juni 2004 berhasil digagalkan upaya penyelundupan 3 ekor kukang lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Kukang tersebut semua akan diselundupkan ke Jepang dan Korea.

Penegakan hukum

Kukang telah dilindungi oleh hukum Indonesia, sehingga perdagangannya adalah illegal dan kriminal. Meski telah dilindungi, faktanya perdagangan kukang masih banyak terjadi. Meski demikian Polisi Kehutanan juga telah melakukan beberapa kali upaya penertiban dan penyitaan kukang yang diperdagangkan. Menurut catatan ProFauna Indonesia, pada tahun 2003 saja ProFauna telah membantu polisi kehutanan dalam menyita 49 ekor kukang di Kota Jakarta dan sekitarnya.
Sementara itu Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) yang ada di Jawa Timur dan Yogyakarta mencatat telah menerima 15 ekor kukang hasil penyitaan yang dilakukan oleh polisi kehutanan.
Pada tanggal 3 Juli 2004 BKSDA DKI berhasil menyita seekor bayi kukang di Pasar Burung Barito Jakarta. Selain kukang juga berhasil disita lutung dan kucing hutan.
Pada tanggal 25 Juni 2003 tertangkap seorang nenek yang hendak menyelundupkan berbagai jenis satwa termasuk kukang di Bandar Lampung, Sumatera. Nenek tersebut menjadi kurir untuk membawa satwa dari Sumatera ke Jakarta. Sayangnya kasus ini juga tidak diproses secara hukum, dengan pertimbangan pelakunya sudah terlalu tua.
Hasil positif terjadi di Pasar Burung Malang, Jawa Timur. Berdasarkan hasil monitoring Profauna Indonesia di pasar burung tersebut pada tahun 1999 tercatat diperdagangkan 38 ekor kukang. Namun pada tahun 2004 sudah tidak ditemukan lagi adanya perdagangan kukang di Pasar Burung Malang. Tidak adanya perdagangan kukang di Pasar Burung Malang tersebut disebabkan karena BKSDA Jatim II sering melakukan operasi penertiban di pasar burung tersebut sehingga pedagang menjadi jera untuk menjual satwa dilindungi.
Selai itu berdasarkan hasil monitoring Profauna Indonesia di pasar burung [[Mantingan] Ngawi tahun 2009 tercatat diperdagangkan 45 ekor kukang. Hasil survey ini ditindak lanjuti oleh Reskrim Polda Jatim. Pada tanggal 5 November 2009 Tertangkap mafia perdagangan kukang di pasar burung Mantingan Ngawi Jawa Timur, oleh Reskrim Polda Jatim, kukang tersebut rencananya akan diperdagangan di Wilayah Jawa Timur. Penangkapan bandar yang telah diintai oleh Petugas kepolisian Polda Jatim ini, membuahkan hasil dengan diselamatkan 21 ekor kukang dari tersangka. Tersangka di proses secara hukum di Pengadilan Negeri Ngawi Jawa timur.

Kukang terancam punah

Berdasarkan survey dan monitoring yang dilakukan ProFauna Indonesia sejak tahun 2000 hingga 2006, diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 6000 hingga 7000 ekor kukang yang ditangkap dari alam di wilayah Indonesia untuk diperdagangkan. Ini menjadi serius bagi kelestarian kukang di alam, mengingat perkembangbiakan kukang cukup lambat yaitu hanya bisa melahirkan seekor anak dalam satu tahun setengah.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 (pasal 5), suatu jenis satwa wajib ditetapkan dalam golongan dilindungi apabila telah mempunyai kriteria;
  1. Mempuyai populasi kecil
  2. Adanya penurunan yang tajam pada jumlah individu di alam.
  3. Daerah penyebaran yang terbatas (endemik).
Permasalahan lain adalah belum adanya data ilmiah yang pasti mengenai populasi liar kukang di alam. Kukang yang aktif di malam hari dengan pergerakannya yang lambat membuat sangat sulit untuk menemui kukang di alam. Anehnya para penangkap kukang dengan mudah bisa menemukan kukang di alam. Dikhawatirkan tanpa disadari populasi kukang di alam akan turun drastis akibat penangkapan untuk diperdagangkan.
Meski kukang telah dilindungi, namun upaya penegakan hukumnya mesti ditingkatkan. Perlindungan di tingkat internasional yang lebih ketat dengan memasukan kukang ke dalam apendix I CITES akan membantu kukang untuk tetap lestari. Karena kukang telah dilindungi oleh undang-udnang Republik Indonesia, maka sudah sepatutnya Pemerintah Indonesia juga mendukung upaya menaikan status kukang untuk masuk dalam Apendix I CITES. Dengan demikian perdagangan internasional kukang tidak akan boleh lagi hasil penangkapan dari alam.

Referensi

1.       ^ Nekaris, A. & Streicher, U. (2008). Nycticebus coucang. Daftar Merah Spesies Terancam IUCN 2008. IUCN 2008. Diakses pada 1 January 2009.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kukang

Perawatan Kukang Dan kus kus

Terima kasih Untuk Para Pembaca Blogg Ini


Sebelum Kita Mengetahui Perawatannya Terutama Kita Harus Mengenal dahulu
Itu kukang dan Kus kus
Kukang Dengan Nama Lain Nycetibus Coucang Kadang Kadang disebut pula malu-malu—adalah jenis primata yang bergerak lambat. Warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Berat tubuh 0,375-0,9 kg, panjang tubuh dewasa 19-30 cm..
Di Indonesia, satwa ini dapat ditemukan di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Kukang (Nycticebus coucang) adalah jenis primata yang lucu dan menggemaskan sehingga tidak heran banyak masyarakat umum yang menjadikan primata ini menjadi incaran.

Pesebarannya

1.Nycticebus coucang yang tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera dan kepulauan sekitarnya.
2.Nycticebus pygmaeus tersebar di Indocina, Laos dan Kamboja.
3.Nycticebus bengalensis, tersebar di India hingga Thailand.
4.Nycticebus javanicus, hanya tersebar di Jawa.
5.Nycticebus menagensis, hanya tersebar di Kalimantan serta kepulauan sekitarnya.



okeee Sudah Lumayan Tahu Kan Tentang Kukang..


Sekarang Bagaimana Cara Merawatnya ??

Gampang Gampang Susah Memeliharanya tapi Kalo Sudah Ga bisa Merawatnya Lebih Baik Lepas Di alam Liar Karna Kukang Itu termasuk Binatang yang Diancam Punah...wow Serem klo Sampe Punah..
Nih Kukang tuh Suka Yang Manis manis Seperti Madu,Teh,Air gula..Makanannya 2 buah Pisang Kepok atau apalah sudah Cukup,Jangkrik Dia Suka Banget Apalagi Disaat Diambil Tuh Jangkriknya Lucu Banget,Pepaya behhh dia suka juga,,Yang penting Dia itu Makan Buah buahan Yang Mengandung Air..

loh kenapa yang mengandung Air ???

oke saya bahas lebih lanjut...

k
enapa Kukang suka Makanan Yang Mengandung Air kukang Itu Jarang banget Yang namanya Minum,Untuk Menghindari dehidrasi Dikasih Buah Buahan Yang Mengandung Air,..Contohnya :Pepaya,Jeruk,Pisang dll yang Intinya Itu Buah

Nahh kalo Jangkrik ???

Diakan Hewan Pemakan Segalanya(Omnivora) Kaya Jangkrik,telor burung Juga doyan..
Kalo Tempat Gimana ???
Dia Kan tinggal dihutan Betulkan...Pasti Sudah terpikir Oleh Kita apa saja Yang Di hutan..
Di kandangnya Harus ada kayu buat Tangkringan Dia itu Binatang pemanjat handal Biar Dia lincah dan Jangan Lupa Kasih daun daun dan ranting pohon Biar Menghilangkan Stress juga terasa di hutan,Kukang Tuh Gampang banget Stress..Ukuran Kandang Secukupnya ga terlalu kecil Juga Ga terlalu Besar...
Kalo Mengawinkan gimana ??
biasanya Kukang Jika Mau kawin dia siul Siul..tempat ya ?????
saya belom Pernah Mencoba sih Mengawinkan Wong Kukang saya Cuma Punya 1 ekor jantan  dan betinanya lepass :D

Cara Mandiin Kukangnya Gimana ??

Kukang tuh Buang Air Seninya banyak,,Minum Sedikit Buangnya Banyak begitulah ciri ciri Kukang Maka Dari itu kalo saya Mandiin nya 1x dalam Seminggu Dengan air,,dulu Saya Pake shampo Kucing tapi Jangan coba coba melakukannya Takut ga cocok...

>>>>>>>sekedar tips Nih gan<<<<<<<<<

Kalo Beli kukang tuh Hati Hati banyak Gigi Kukang Di cabut oleh Pedagang agar terlihat jinak dan akhirnya menyebabkan kematian,,bayangin aja kita ga punya gigi mau ngunyah pake Apa ??
begitu lah kejamnya pedangang..kalo mau Beli Kukang cari Yang Ada giginya kalo ga ada Gausah dibeli kasian,,nanti kan ga laku tuh kukang yang ga ada giginya jadi penjualan kukang berkurang..

Bagaimana cara memberi makan ??

berilah saat Malam Hari Karna Kukang Binatang Malam,,,


kalo mau mainin dia di usahakan maennya malem malem Karna Siang Jatahnnya dia tidur....



Save to World....

Itu  Kukang Saya,,Udah Jinak Loh dipanggil Nenggok dan Nyamperin..
Namanya Chiko....
Yang Tadi Di atas
Gimana Lucu Kan ???
Makanya Lindungi Kukang
Love Coucang

Next >>>>>


Kukang dan Kus Kus Itu Beda !!!

Diantaranya kukang Yang Sudah Saya Jelaskan Diatas...
Emang Mirip Banget Antara Kukang dan Kuskus(Bukan kaskus Nanti salah Baca Lagi)
pertama Kali saya Punya kukang saya pikir Itu kuskus ternyata bukan
lalu apa Bedanya ??
nih Kita Bahas lebih lanjutt

Kuskus

tergolong marsupilia, yaitu mamalia berkantung. Seperti kerabat dekatnya, Kanguru, kuskus melahirkan anak yang kecil dan belum sepenuhnya berkembang. Karena itu sejak kelahirannya, anak ini berada di kantung yang berlapis rambut halus di bagian perut induknya. Setelah agak besar, anak Kuskus kadang terlihat naik dipunggung induknya dengan ekor saling berjalinan. Sulawesi merupakan batas barat jangkauan persebaran Kuskus.
Kuskus atau lebih dikenal oleh masyarakat sulawesi dengan sebutan memu dicirikan oleh muka yang bundar dan telinga yang kecil, serta bulu yang lebat. Kuskus mempunyai ekor panjang yang kuat dan liat dan berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari dahan ke dahan. Bahkan ekor ini merupakan senjata pertahanan kuskus bila dirinya akan ditangkap oleh pemburu, dimana kuskus akan mengaitkan ekornya dengan kuat pada batang atau cabang bila pohon yang dipanjatnya ditebang oleh pemburu.
Salah satu jenisnya adalah Kuskus beruang, memiliki panjang tubuh lebih dari satu meter, termasuk mamalia terbesar yang hidup ditajuk atas hutan Sulawesi, aktifitas siang hari, walaupun kuskus beruang juga beraktifitas pada malam hari. Kuskus kerdil sebagai pemakan buah (frugivora) dan biologinya masih sedikit diketahui (Whitten, et al., 1987; Kinnaird, 1997). Kedua jenis kus-kus ini menurut IUCN (2002), termasuk dalam katagori ‘data deficient’ – DD , yang berarti tidak cukup data untuk menghitung resiko kepunahan berdasarkan data distribusi dan status populasinya..
sedangkan Kukang
Kukang (Nycticebus coucang) adalah jenis primata yang lucu dan menggemaskan sehingga tidak heran banyak masyarakat yang menjadikan primate ini menjadi hewan peliharaan.Keluarga kukang atau sering disebut-sebut malu-malu, terdiri dari 8 marga (genus) dan terbagi lagi ke dalam 14 jenis. Penyebarannya cukup luas, mulai dari Afrika sebelah selatan Gurun Sahara, India, Srilanka, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara. Dari 8 Marga yang ada, di Indonesia hanya ditemui 1 marga, yaitu Nycticebus. Marga Nycticebus terdiri atas 4 (empat) jenis, Yaitu :
1. Nycticebus coucang yang tersebar Semenanjung Malaya, Sumatera dan Kalimantan serta kepulauan sekitarnya.
2. Nycticebus pygmaeus tersebar di laos dan kamboja
3. Nycticebus bengalensis, tersebar di India hingga Thailand.
4. Nycticebus javanicus, hanya tersebar di Jawa.
Kukang merupakan primata yang hidup di hutan tropis Indonesia, menyukai hutan primer dan sekunder, semak belukar dan rumpun-rumpun bambu dan beraktifitas dimalam hari. Kukang tersebar di Asia Tenggara. Di Indonesia kukang ditemukan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Akan tetapi sampai saat ini belum ada data yang signifikan tentang jumlah populasi kukang di alam, akan tetapi dilihat dari berkurangnya habitat kukang serta maraknya perburuan dan perdagangan illegal bisa di jadikan indikator bahwa keberadaan kukang di alam mengalami penurunan..

Jadi apa bedanya???

1.Kus-kus berkantung, Kukang tidak berkantung
2.Ekor pada kus-kus, Kukang ekornya ntah kemana(gada), hehehehehehe
3.Kus-kus kebanyakan berktifitas di siang hari, kukang full malam hari Apalagi Malem Minggu Begadang hehehe
4.Warnanya juga berbeda, loreng2 pada kukang jelas sekali, kus-kus ga dech(dengan melihat gambar akan lebih mudah)
5.Bentuk muka juga beda, kus-kus bulet mukanya, kukang ga bulet-bulet amat.
6.kukang Tuh imut,Unyu,lucu #lebayyy
7.pendapat kalian..
#
Ngerawat kus kus Kalo ga salah ga jauh Beda...
nahhh gimana Sudah puass Gan..

Capek ya baca,saya Aja pegel Nulisnya tapi gpp Buat Berbagi Ilmu dan Informasi Untuk kalian


kalo Ada kurang Tambahin di Koment

kalo suka Di share :D

Jangan Lupa Follow My twiter Bagi Yang Punya @athens_lovebird ga nyesel Deh follow Twit saya heheh #sekalianpromosi

"......."

salam Kukang :D

http://coucang.blogspot.com/

Tips Membeli Kukang

1. Periksalah gigi nya karena banyak penjual menyabut gigi nya agar kukang tersebut tidak mengigit.
akibat gigi kukang di cabut:
    1. kukang tidak bisa makan karena mearasakan sakit pada giginya akan berujung kematian
    2. gusi berdarah atau infeksi yang juga berujung kematian

2. Pahami gerak gerik kukang, pastikan kukang tidak terlihat lemas dan mengeluarkan air liur pada mulutnya, apabila begitu makan kukang tersebut kemungkinan besar mengalami sutau penyakit.

3.  Suruh penjual memberikan makan kepada kukang , apabila kukang tidak makan dan hanya menjilati berarti gigi kukang tersebut sudah dicabut, namu apabila kukang memakan makanan tersebut tanpa bantuan tangan berarti gigi kukang tersebut masih ada.

jadi klo beli, cek dulu giginya, klo misal ga ada gigi, jangan dibeli

dengan tidak membeli kukang yang giginya dpotong, anda sama saja membantu kukang itu hidup nyaman

kenapa? karena lama kelamaan apabila pada ga mau beli gigi yang dcabut, penjual liar pasti mikir buat ga cabut gigi kukang lagi

NB : gw bikin ni tips bukan maksudnya biar org pada beli

semakin kita beli di pedagang liar : semakin banyak diburu, klo cuma buat gaya2an doang ga usah beli kukang
!
Yosep Deny Pamungkas13 komentar

Cara Merawat Kukang

Kukang merupakan hewan yang terancam punah, kita tidak disarankan untuk membeli atau menjual kukang , namun apabila ada yang sudah mempunyai kukang ini ada sedikit tips untuk merawat kukang :


1. Kukang merupakan hewan nocturnal (aktif di malam hari) maka dari itu biarkan mereka tidur di siang hari dan jangan mengajak nya bermain. ajaklah mereka bermain pada malam hari saat mereka sudah bangun dari tidurnya.


2. Kukang menyukai hal - hal yang manis seperti madu,susu,teh manis, air putih yang dicampur gula, dia tidak begitu suka meminum air putih yang tidak di campur oleh gula.


3. Makanan kukang adalah buah - buahan (pisang, pepaya, apel, kurma bahkan es krim pun mereka suka) mereka juga suka serangga seperti ulet hongkong dan jangkrik.


4. Jangan lupa memandikan mereka apabila mereka sudah terlihat kotor, gunakan lah sampo yang tidak pedih di mata karena mata kukang sangat sensitif.


5. Kebersihan kandang harus terjamin, karena kandang yang kotor dapat menimbulkan penyakit terhadap kukang.


6. Kandang kukang harus diberi kayu/ batang karena dia sangat suka memanjat.


7. Waspada terhadap semut, semut akan datang karena minuman yang manis dan apabila semut tidak dibersihkan akan membuat takut kukang dan juga membuat nya strees.

Yosep Deny Pamungkas60 komentar

JENIS - JENIS KUKANG

1.Kukang Bengal/Bengal Slow Loris(Nyctucebus bengalensis).
Penyebaran          : Kamboja, Cina, India, Laos, Myanmar dan Vietnam.
Status                 :Punah(Vulnerable)
Ciri-ciri yang khas : Tanda-tanda diwajah tampat kurang jelas. Kepala bagian depan dan leher berwarna terang. Biasanya memiliki strip di bagian punggung.
Panjang Tubuh     : Rata-rata 360mm
Berat Tubuh         :1.130-1.600 gtam

2.Kukang Pygmy/Pygmy slow loris(Nycticebus pygmaeus).
Penyebaran         :Kamboja, Cina, Laos, Vietnam.
Status                : Punah (vulnerable).
Ciri-Ciri yang khas: hidung berwarna hitam. Lingkaran kedua mata berwarna hitam.
Panjang Tubuh    : Rata-rata 240mm
Berat tubuh        : 360-580 gram.

3.Kukang sumatera/Greater slow loris(Nycticebus coucang).
Penyebaran global: Indonesia(sumatera), Barat malaysia, Singapore, Thailand.
Status                : Terancam (Endanger).
Ciri-ciri                : sangat beragam untuk jenis ini. Rambutnya berwarna kemerahan. Hidung berwarna merah muda atau abu-abu.
Panjang Tubuh    : 270 mm(Rata-rata).
Berat tubuh        : 480-710 gram.

4.Kukang Kalimantan/Bornean Slow Loris(Nycticebus menagensis).
Penyebaran Global: Brunei, Indonesia(Kalimantan),Malaysia(sabah dan sarawak), Philipina(Ujung selatan).
Status                :Terancam (Vulnerable).
Ciri-Ciri               : Warna kepala sangat pucat dan memiliki tanda-tanda garis di bagian punggung. Berwarna cokelat terang(individu muda) atau berambut pirang.
Panjang Tubuh    : 250 mm (Rata-rata).
Berat Tubuh        : 260-300 gram

5.Kukang Jawa/Javan Slow Loris(Nycticebus javanicus).
Penyebaran    : Endemik Jawa.
Status           : Terancam(Endanger).
Ciri-ciri           : Garis-garis tubuh yang menyerupai garpu jelas di bagian kepala. Garis di bagian punggung berwarna gelap. Leher berwarna krem(cokelat muda. Rambut berwarna putih berbentuk intan pada bagian dahi.
Panjang tubuh: 295 mm(rata-rata)Berat tubuh    : 800-1200 gram.
Diposkan oleh Yosep Deny Pamungkas di 02.12 0 komentar
http://pecintakukang.blogspot.com/

Cara Merawat Kukang
Kukang merupakan hewan yang terancam punah, kita tidak disarankan untuk membeli atau menjual kukang , namun apabila ada yang sudah mempunyai kukang ini ada sedikit tips untuk merawat kukang :

1. Kukang merupakan hewan nocturnal (aktif di malam hari) maka dari itu biarkan mereka tidur di siang hari dan jangan mengajak nya bermain. ajaklah mereka bermain pada malam hari saat mereka sudah bangun dari tidurnya.

2. Kukang menyukai hal - hal yang manis seperti madu,susu,teh manis, air putih yang dicampur gula, dia tidak begitu suka meminum air putih yang tidak di campur oleh gula.

3. Makanan kukang adalah buah - buahan (pisang, pepaya, apel, kurma bahkan es krim pun mereka suka) mereka juga suka serangga seperti ulet hongkong dan jangkrik.

4. Jangan lupa memandikan mereka apabila mereka sudah terlihat kotor, gunakan lah sampo yang tidak pedih di mata karena mata kukang sangat sensitif.

5. Kebersihan kandang harus terjamin, karena kandang yang kotor dapat menimbulkan penyakit terhadap kukang.

6. Kandang kukang harus diberi kayu/ batang karena dia sangat suka memanjat.

7. Waspada terhadap semut, semut akan datang karena minuman yang manis dan apabila semut tidak dibersihkan akan membuat takut kukang dan juga membuat nya strees.
https://www.facebook.com/PeCintaHewanJinak/posts/410364722338578

Awas! Potensi Penyakit Pada Kukang Yang Dipelihara

3 November 2011

Sejatinya, Kukang adalah satwa yang tidak seharusnya dipelihara. Namun hingga kini banyak orang yang memeliharanya. Alasannya pun macam-macam, dari sekedar tertarik karena keimutannya hingga alasan ketidaktahuan si pemelihara akan jenis satwa tersebut. Namun bicara tentang potensi penyakit, saya rasa ini adalah hal yang semua orang harus tahu sebelum mereka memutuskan untuk memelihara dan membahayakan dirinya.
Kukang (bukan Kuskus) termasuk ke dalam bangsa Primata dimana satwa ini memiliki kekerabatan yang cukup dekat dengan manusia. Maka oleh karena itu, baik secara fisik maupun genetik berbagai jenis penyakit seperti bakteri, virus, dan parasit akan lebih mudah menular antara kita dan satwa primata (saya menyebutnya zoonosis).
Salah satu penyakit yang sering ditemukan pada Kukang yang dipelihara adalah cacingan. Cacingan sering dianggap hal yang sepele, padahal dalam kondisi parah dapat mengakibatkan kematian pada satwa. Stress pada Kukang dapat memicu meningkatkan potensi cacingan. Seringkali kukang peliharaan mendapat kontak fisik dengan si pemelihara, ditempatkan pada kandang yang tidak cocok untuknya, hingga berbagai macam perlakuan yang tentunya tidak sesuai dengan kondisi fisiologis dan tingkah lakunya alaminya.
Cacing Strongyloides adalah jenis cacing yang sering ditemukan pada Kukang. Cacing ini dapat menular antar satwa dan manusia, dan secara klinis menyebabkan bengkak gatal kemerahan pada kulit apabila larva cacing ini berpindah melalui kulit.
Jika larva cacing berpindah melewati paru-paru, maka potensi penyakit yang ditimbulkannya adalah kerusakan alveol paru-paru, pneumonia, hingga asma. Tidak hanya itu saja, diare dan kerusakan hati pun bisa disebabkan oleh cacing Strongyloides.
Dengan resiko penyakit tersebut, Kukang tidak dapat bertahan hidup lama dalam pemeliharaan manusia. Andai pun kukang bisa bertahan hidup lama, maka potensi penularan penyakit antara Kukang dan Manusia akan semakin besar. Dan tentu saja, anak-anak adalah korban yang paling mudah untuk terjangkiti.
Masih berminat untuk memelihara Kukang?
Apakah anda mau mengambil resiko tersebut?
Lebih baik urungkan niat anda untuk memelihara. Biarkan Kukang hidup bebas di alamnya. Dengan begitu anda telah turut berperan untuk menjaga kesehatan dan upaya pelestarian.
http://agungsmail.wordpress.com/2011/11/03/awas-potensi-penyakit-pada-kukang-yang-dipelihara/

Jumat, Juni 10, 2011

(lagi) Mengapa Kita TIDAK BOLEH MEMBELI & MEMELIHARA KUKANG

Tulisan yang tertuang karena gemas dengan alasan para penyayang hewan kukang

Hampir empat tahun perjalanan kami berkukang-ria, sepenuh hati sekuat tenaga mengumandangkan pesan yang ada dalam judul posting ini: TIDAK BOLEH MEMBELI & MEMELIHARA KUKANG. Dalam kehidupan sehari-hari, dalam lingkungan keluarga & pertemanan, dalam lingkungan kerja & media..untuk apa? mengapa kita tidak boleh & DILARANG MEMBELI+MEMELIHARA KUKANG???

Ini adalah alasan dasar & utama:
  1. Semua makhluk hidup berhak hidup bebas di alamnya
  2. Memiliki peran penting di alam
  3. Menjadi kekayaan hayati fauna Indonesia
  4. Jumlah kukang yang hidup di alam liar semakin sedikit
  5. Terancam punah karena 3 permasalahan utama satwa liar Indonesia: luas habitat menyusut, perdagangan untuk pet/dipelihara serta penegakan hukum yang lemah, & data ekologi yang sangat minim.
  6. Unik, satwa unik sayang kalau sampai punah
  7. Zoonosis
  8. Dilarang oleh hukum.

Alasan 1 adalah alasan yang sangat mendasar. Siapa yang mau hidup terkungkung? Siapa yang mau hidup dengan segala fasilitas makan-minum-sandang-papan-kesehatan tapi dibatasi untuk bisa pergi kemana-mana? dibatasi untuk bisa bertemu dengan sesamanya?

Hidup bebas adalah kebutuhan dasar. Rasanya wajar kalau kita manusia sebagai makhluk yang memiliki pikiran-kekuasaaan & kesadaran penuh tetapi tidak menginginkan perlakuan tersebut? Dan rasanya aneh & egois, jika manusia yang posisinya lebih kuasa ini justru 'lupa' bahwa semua makhluk hidup yang mampu bergerak (hewan, satwa) juga memiliki kebutuhan yang sama.

Alasan 2 adalah alasan umum, karena hingga tulisan ini dibuat belum ada data ilmiah yang cukup untuk menunjukkan peran khusus kukang di alam. Tetapi sudah cukup untuk kita jadikan pertimbangan dasar: kukang berperan penting dalam menghijaukan habitatnya.
Kukang yang hidup liar di alam memakan pakan alaminya berupa getah, nektar, buah-buahan hutan, serangga, reptil kecil. Kita ambil contoh pakan: nektar & buah. Saat kukang memakan nektar bunga tumbuhan A, dia membantu penyerbukan bunga tumbuhan A. Saat kukang memakan buah dari tumbuhan B, dia mengunyah mengambil dagingnya dan membuang (melepehkan) kulit & bijinya. Kukang membantu penyebaran biji tumbuhan B tersebut. Apakah ini alasan yang mengada-ngada untuk dianggap kurang membuktikan bahwa kukang berperan dalam MENGHIJAUKAN HABITATNYA???

Apa efek habitat (hutan atau talun) yang hijau?
Tumbuhan adalah penghasil oksigen: produsen O2, AC alami wilayah sekitarnya, paru-paru dunia, & pemerlambat efek pemanasan global. Tumbuhan juga menyimpan cadangan air dalam tubuh & akarnya: menjadi sumber mata air alami, memperlambat erosi & longsor, mencegah BANJIR. Tumbuhan hijau memberi kesan asri & efek relaks. Ini dapat menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat sekitar (jalan2 keur ngabotram/jalan2 untuk piknik & makan bersama di suatu tempat) atau menjadi tujuan wisatanya orang kota (kenapa orang kota suka pergi ke puncak, ke tempat wisata yang asri, jawab sendiri).

Dua hal yang langsung terasa dari keberadaaan tumbuhan yang hijau subur adalah udara segar & ketersediaan air.
Tumbuhan dapat menjadi hijau & berkembang biak dengan bantuan satwa, salah satunya adalah kukang. Tumbuhan, kukang, & satwa lainnya menjadi satu kesatuan utuh. Jika ada salah satu komponen di dalamnya hilang, maka hilanglah peran dia di alam. Lingkungan tersebut akan menjadi tidak stabil & akhirnya rusak. Bicara tentang kerusakan alam & bencana yang terjadi selama 1-2 tahun ini tentu kita sudah kenyang. Please lestarikan hutan, lestarikan talun, lestarikan kukang dengan tidak membeli & memeliharanya!

Alasan 3 adalah alasan biologi & prestise bangsa ini.
Kukang (nama genusnya adalah Nycticebus) di dunia tersebar di Asia. Berdasarkan kesepekatan para ahli taksonomi terakhir (2003), seluruhnya ada 5 jenis: N. bengalensis, N. pygmaeus, N. coucang, N. menagensis, & N. javanicus.

Kita memiliki 3 jenis kukang yang hidup di bumi Indonesia: Nc, Nm, &U Nj. Nc atau kukang malaya ada di Sumatera & sekitarnya, Nm ada di Pulau Borneo, & Nj ada di Pulau Jawa. Jelas terlihat bahwa Nc & Nm juga ada di negara lain, sedangkan Nj endemik (hanya dapat ditemukan hidup secara alami di) Pulau Jawa. Bayangkan, di alam Indonesia ada 3 jenis kukang, salah satunya endemik (Nj). Itu artinya lebih dari separuh kekayaan hayati kukang dunia (3 dari 5 jenis) ada di Indonesia, & satu jenis (Nj) hanya ada di Indonesia. Apa jadinya kalau kukang kita habis di alam gara-gara kita ngotot memelihara dia karena kasihan???

Alasan 4 adalah alasan ekologi.
Kukang adalah mammalia (hewan menyusui) yang melahirkan melahirkan satu kali setiap tahunnya dengan berat 43,5-75 g, dan menyusui selama 5-7 bulan atau menyapih pada umur anak 85-180 hari (literatur silahkan kontak kami). Jika kukang diambil dari alam, maka kemungkinan dia untuk berkembang biak sudah hilang. Kukang yang tersisa di alam mungkin jadi tidak bisa kawin karena tidak ada pasangan. Jumlah penambahan kukang liar tidak secepat perburuan (pembelian+pemeliharaan) yang terjadi. Sementara luas habitatnya semakin berkurang karena dibuka untuk pemukiman atau perambahan menjadi lahan pertanian. Dapatkah kita tega menghalangi kemungkinan jodoh kukang menjadi terputus karena keukeuh membeli karena kasihan-memelihara karena terlanjur sayang???

Alasan 5 adalah alasan klasik yang dihadapi satwa Indonesia.
(1) Kerusakan habitat terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Luas habitat terdesak oleh kebutuhan lahan untuk manusia (rumah & lahan pangan). (2) Perdagangan satwa liar dilindungi terjadi dengan mudah & terang-terangan dimana-mana. Masyarakat tidak peduli atau sudah tidak semangat lagi untuk mencegah & meniadakan perbuatan melanggar hukum ini. (3) Penelitian ekologi alias penelitian lapangan sudah mulai sedikit diminati. Kukang adalah satwa nokturnal (aktif pada malam hari & tidur pada siang hari). Banyak orang mengira penelitian kukang di lapangan hanya bisa dilakukan malam hari. Para peneliti & para calon peneliti menjadi enggan karena dirasa repot & berbiaya tinggi. Oh tidak, teman. Kita sangat membutuhkan data terkini tentang kukang di alam. Penelitian kukang (pengambilan data ekologi satwa nokturnal ini) bisa dilakukan siang hari. Silahkan kontak kami untuk berdiskusi tentang ini, kami akan berusaha menjadi fasilitator untuk membantu penelitian teman-teman tentang kukang di alam (iklan layanan masyarakat hehe..).

Alasan 6 adalah keunikan yang dimiliki kukang tidak tergantikan/terdapat pada satwa liar lainnya.
Kukang memiliki mata yang bisa menyala oranye dalam gelap, cantik sekali. Kukang memiliki badan yang lentur, bisa meregangkan badan, meliuk, menggantung, & menggantung terbalik. Kukang tidur dengan cara menggulung badannya seperti bola. Kukang memiliki gigitan beracun, lebih tepatnya lagi kukang memiliki enzim yang yang akan disertakan dalam air liur dan gigitannya. Gigitan satwa berbahaya yang paling kita kenal adalah gigitan komodo. Gigitan kukang lebih unik (haha) karena meski tidak mengandung bakteri tapi berbahaya. Jika kita digigit kukang saat kondisi tubuh kita sehat adalah demam, umumnya 1-3 hari. Bayangkan jika kita sedang tidak fit. Berdasarkan cerita yang kami pernah tahu adalah menjadi bengkak sekujur tubuh.

Alasan 7 adalah zoonosis.
Zoonosis adalah penularan penyakit antara satwa dengan manusia. Peluang penularan penyakit semakin tinggi karena kukang adalah satwa liar dari golongan primata: metabolisme tubuh similiar dengan kita manusia. Penyakit yang dapat ditularkan (& terjadi/terlihat dengan segera) adalah flu, diara, penyakit kulit (eksim, rambut rontok), penyakit pernafasan (batuk, TBC, radang paru-paru) & lain-lain. Penyakit berat yang mungkin terjadi lainnya adalah penularan virus HIV, ebola, penyakit-penyakit akibat virus lainnya, & kemungkinan gangguan janin. Penyakit-penyakit berat biasanya tidak terjadi saat ini, tidak terjadi seketika. Kita tidak akan pernah tahu, bahwa TBC atau mungkin gangguan janin terjadi karena kita pernah memelihara kukang. Satwa yang tampak sehat bisa jadi merupakan satwa vektor atau pembawa penyakit, meskipun satwa tersebut kelihatan sehat. Berpikirlah lebih dalam & pertimbangkan masa depan teman-teman jika ingin mememelihara kukang.

Alasan 8 adalah alasan hukum.
Dengan segudang alasan tersebut di atas, pemerintah & lembaga-lembaga dunia melarang kukang diambil dari habitatnya. Kukang sudah dilindungi sejak tahun 1931 hingga sekarang (UU Perlindungan Binatang Liar th. 1931, UU No. 5 th. 1990, SK Mentan th. 1973, PP No. 7 th. 1999). Sejak 2007 CITES (Convention on International Trade of Endangered Species of Flora and Fauna, perkumpulan negara-negara yang mengawasi perdagangan flora & fauna dunia) memasukkan semua jenis kukang ke dalam daftar Apendiks I, artinya kukang tidak boleh digunakan untuk keperluan komersil apapun. Tahun 2008 IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources, lembaga dunia yang mengawasi pelestarian alam & sumber hayati) menetapkan status kukang menjadi rentan-hingga terancam punah (status Nc & Nm rentan punah & Nj terancam punah). Aturan-aturan hukum tersebut memiliki konsekuensi yang jelas. Jika PP & UU pemerintah Indonesia dilanggar, sanksinya adalah berhadapan dengan pihak berwajib: dipenjara max. 5 tahun atau denda max. 100 juta. Jika aturan international dilanggar, maka ekonomi negara kita akan terpengaruh karena negara-negara dunia pada saat ini sangat reaktif terhadap pelanggaran pelestarian & perusakan alam.

PERLU ALASAN LAGI???
Jika teman-teman merasa kasihan, teguhkan hati untuk tidak membeli. sesuai hukum ekonomi: ada permintaan maka akan ada produk. Jika jual-beli kukang terus terjadi, maka perburuan akan terjadi semakin sering.

Proses perburuan hingga sampai ke tangan teman-teman sebagai pembeli yang kasihan sangat-sangatlah menyakitkan bagi kukang.
Kukang yang diburu tentu mengalami stres karena ditangkap & diambil dari tempat hidupnya, berada dalam wadah yang sempit untuk dibawa ke bandar/penjual kukang. Pedagang akan memotong gigi taring & kuku kukang agar tidak melukai calon pembeli/pemelihara. Proses pemotongan taring kukang sangat menyakitkan, bisa menggunakan gunting kuku ataupun dicabut dengan tang. Perdarahan akibat luka & infeksi yang terjadi menyebabkan kukang lemah & tidak sehat. Karena tidak ada taring kukang kurang bisa mengunyah dengan baik (tanya orang yg sakit gigi bagaimana rasanya).

Pemelihara Kukang juga mengalami masalah dalam pemeliharaan akibat pakan yang berbeda dengan pakan alaminya.
Teman-teman pikir dia cukup kenyang & organ perutnya ok-ok saja memakan pisang-pepaya-susu? Kukang di alam tidak makan itu. Menurut cerita teman-teman di Pusat Rehabilitasi Kukang Yayasan IAR Indonesia, kukang-kukang yang diserahkan oleh para pemelihara pada umumnya memiliki masalah kesehatan: gangguan perut konstipasi, diare, rambut rontok, masalah gigi, TBC, dll. Kalau kita memelihara kukang karena sayang rasanya jadi terdengar egois kalau kita sudah mengetahui fakta kesehatan para kukang peliharaaan ini.

Kukang memerlukan tempat hidup & teman sesamanya.
Kukang yang dipelihara biasanya diperlakukan seperti merawat kucing. Kukang adalah satwa malam. Pada saat sang pemelihara ingin bermain atau sekedar mengelus-elus kukang, satwa ini sedang butuh tidur. Mengapa tidak memelihara hewan yang memiliki pola tidur sama dengan kita saja, so kebutuhan kita untuk berbagi kasih sayang dengan satwa menjadi tersalurkan.

Teman, STOP MEMBELI KUKANG dengan alasan apapun.
BERHENTILAH MERAWAT KUKANG.

Teman-teman yang ingin menyerahkan kukang dapat menghubungi Yayasan IAR Indonesia. Sejauh ini hanya lembaga ini yang memiliki MoU dengan BKSDA, artinya mereka berhak & syah untuk menyelamatkan-merehabilitasi-melepasliarkan kukang.
http://kukangjawa.blogspot.com/

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh  Kendy Danang Prayogi

SUKABUMI – Seekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) atau dikenal dengan sebutan Si Malu-Malu kembali ditemukan di Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) Sukabumi, Jawa Barat pada Juni lalu. Sayangnya, primata langka ini sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Si Malu-Malu ditemukan oleh seorang pegawai di sekitar Rumah Woloan Manado HPGW. Ini bukan pertama kalinya pertemuan nahas yang sama terjadi. Mamalia kecil ini juga pernah ditemukan mati karena tersangkut di kabel listrik. Satwa bermata bulat ini adalah mamalia yang tergolong ke dalam ordo primata.

Siklus hidupnya nokturnal alias aktif pada malam hari. Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), terdapat total lima jenis kukang di seluruh dunia dimana tiga di antaranya terdapat di Indonesia. Ketiganya adalah Kukang Besar (Nycticebus coucang), Kukang Borneo (Nycticebus menagensis), dan Kukang Jawa (Nycticebus javanicus). Hewan lucu ini hidup di hutan tropis serta menyukai hutan primer dan sekunder. Ciri khas lain dari kukang adalah perilakunya yang bergerak lambat dan hidup di atas pepohonan alias arboreal.

Pada dasarnya, seluruh jenis kukang memiliki perawakan tubuh yang sama. Khusus Kukang Jawa, menurut seorang ilmuwan bernama Choudhury adalah memiliki lingkaran coklat berbentuk seperti cincin di matanya. Rambut pada wajah Kukang Jawa  berwarna coklat pucat hingga keputihan dengan tanda dan warna yang lebih gelap.

Kepala dan bahu Kukang Jawa memiliki warna abu-abu, krem atau putih keperakan. Sisi dorsal yang berwarna coklat kemerahan hingga abu-abu terdapat dalam padanan  warna tersebut. Sisi-sisi tubuh dan bagian bawah spesies ini berwarna karat atau abu-abu. Ciri paling khas dari satwa jenis ini adalah adanya garis punggung coklat yang membentang dari bagian atas kepala hingga ke belakang.

“Kukang jawa merupakan primata yang sangat sulit ditemukan di kawasan HPGW. Untuk saat ini, tubuh hewan tersebut masih dalam proses pengawetan dan akan dipergunakan untuk kegiatan pendidikan,” ujar anggota Kelompok Pemerhati Mamalia ‘Tarsius’ Himakova, Oktania Kusuma.

Status konservasi Kukang Jawa menurut IUCN adalah terancam punah alias endangered. Sayangnya, hewan ini tidak termasuk dalam daftar satwa yang dilarang diperdagangkan menurut Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), dan juga tidak termasuk dalam daftar jenis satwa yang dilindungi menurut PP No. 7 Tahun 1999. Padahal, keberadaan Kukang jawa di alam semakin menipis akibat habitatnya yang kian terdegradasi.

Oktania menambahkan, maraknya perburuan Kukang Jawa untuk dijadikan hewan peliharaan juga mempercepat berkurangnya populasi spesies ini secara drastis di alam liar. Apabila tidak dilakukan upaya konservasi secara serius, maka tidak dapat dipungkiri dalam kurun waktu beberapa tahun lagi keberadaannya akan punah.

Rubrik ini bekerja sama dengan HIMAKOVA
Alamat: Tangkaran Himakova, DKSHE Fahutan IPB, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16001
e-mail: himakovaipb@yahoo.com
Blog: himakovaipb.blogspot.com
Twitter: @HIMAKOVA
http://www.republika.co.id/berita/komunitas/himakova/13/08/19/mrrnvc-kukang-jawa-si-malumalu-di-ambang-kepunahan

Kukang di indonesia : di tengah maraknya perdagangan (gelap) satwa
Posted On 7 Mar, 2012 - By yanuar ishaq Dwi Cahyo - With 0 Comments
Kukang adalah jenis mamalia yang termasuk dalam sub-ordo porismian dari ordo primate. Di dunia terdapat lima jenis kukang, yaitu Kukang sumatera (Nycticebus coucang), Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis), Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), Kukang Bengal (Nycticebus bengalensis), Kukang Pygmi (Nycticebus pygmeus). Semuanya memiliki kesamaan seperti mata yang besar, namun masih dapat dibedakan dari ukurannya, berat, tanda garis pada muka serta susunan warna atau kolorasi dan kemungkinan juga dari perilaku ( U. Streicher dalam komunikasi pribadi).
Ancaman kepunahan kukang bukan hanya karena hutan tempat tinggal mereka yang berkurang. Ancaman terbesar datang dari perdagangan satwa (Sheperd 2010). Kukang dijual bebas di pasar-pasar hewan, pinggir jalan raya, bahkan dipusat-pusat pertokoan secara terbuka. Terlihat di sini bahwa kegiatan perdagangan satwa sedikit banyak mendapat andil dari pengetahuan masyarakat yang minim mengenai perlindungan satwa. Ini justru menunjukkan bahwa masyarakat bisa ikut secara langsung membantu upaya perlindungan terhadap kukang. Disbanding dengan penyusutan hutan yang tidak bisa langsung dicegah oleh publik, perdagangan satwa liar sangat mungkin dikurangi jika faktor pentingnya, yaitu calon pembeli-sudah mendapat pemahaman bahwa hewan yang akan mereka beli itu dilindungi oleh Undang-Undang dan jika mereka tetap membelinya berarti mereka melanggar hukum.
Akar masalah dari berlangsungnya perdagangan satwa liar adalah kegiatan tersebut merupakan salah satu bisnis yang paling menguntungkan di dunia. Perputaran uang dalam bisnis bawah tanah-yang seringkali juga muncul terang-terangan-itu diperkirakan mencapai US$10 – 15 miliar per tahun. Hasil survei 2006 menunjukkan bahwa angka statisitik terbesar  untuk Kejahatan Alam terjadi di Thailand, dengan angka penjualan sebesar US$165,820,941,15 dalam kurun waktu 2003 sampai 2005. Untuk kukang Indonesia, seorang pemburu mendapatkan Rp. 150.000- atau sekitar US$15. Jika dijual dipasar dalam negeri, harganya mencapai Rp.200.000-Rp.600.000. di China, harganya mencapai US$390 dan di Jepang hampir sepuluh kali lipatnya, US$380.
Chris R. Shepherd dari TRAFFIC Southeast Asia juga mengiyakan bahwa di sebagian daerah Asia Tenggara, kukang diburu untuk diperjualbelikan di dalam dan luar negeri sebagai hewan peliharaan dan juga untuk obat tradisional. Ia mengatakan walaupun dampak dari perdagangan satwa masih belum luas diketahui, diduga di beberapa Negara seperti Indonesia, perdagangan adalah ancaman bagi konservasi spesies kukang-mungkin malah ancaman  terbesar. Chris mengingatkan, bahwa walaupun sudah ada UU dalam negeri dan komitmen terhadap perjanjian (ASEAN-WEN), satwa liar termasuk kukang, masih dijual secara terbuka di Indonesia. TRAFFIC Asia Tenggara telah menjalankan 66 survei di pasar-pasar burung medan, Sumut. Survey bulanan dilakukan antara 1997 sampai 2008 (oktober). Selama survei ini, 714 kukang dipantau dan diperjualbelikan secara terbuka. Spesies ini adalah satwa yng paling banyak dijual kedua dan mamalia paling dilindungi.
Daftar Pustaka
Shepherd, C. 2010.Perdagangam Kukang-Domestik dan International. Presentasi pada Seminar Kukang. Bogor 9 Desember 2010.
Streicher, U. 2004. Pygmy Lorises Re-Introduction Study in Vietnam. Reintro Redeux, IUCN/SSC Reintroduction Specialist Group. South & East Asia 1:5-10
http://unikonservasifauna.org/2012/03/kukang-di-indonesia-di-tengah-maraknya-perdagangan-gelap-satwa/

Kukang dan Kehidupannya (by request)

Posted on by MEPOW

Karena banyak yang meminta artikel tentang kukang, kembali saya posting Kukang dan kehidupannya, semoga bisa membantu pembaca mengenali satwa yang unik dan mulai hilang ini. Selamat membaca.
Kukang dan Kehidupannya
Kukang (Nycticebus coucang) adalah salah satu spesies primata dari genus Nycticebus yang penyebarannya di Indonesia meliputi pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Kukang dikenal juga dengan sebutan
pukang, malu-malu atau lori, bersifat aktif di malam hari (nokturnal). Di pulau Jawa terdapat subspesies Nycticebus coucang javanicus, yang penyebarannya meliputi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan ciri bulu tubuhnya berwarna coklat muda sampai coklat tua, bermata besar menonjol keluar, panjang kepala dan badannya 33 cm dengan bobot badan berkisar antara 300-1500 g. Pada bagian kepala hingga punggungnya terdapat garis coklat tua yang menjadi salah satu cirinya. Tangannya berfungsi sebagai pemegang yang telah berkembang baik.

Pengelompokan
Berasal dari Ordo Primate, kukang menempati Sub Ordo Prosimian dan Family Lorisidae. Terdapat sedikitnya tiga spesies di Asia, yaitu slow loris (Nycticebus coucang), pygmy loris (Nycticebus pygmaeus) dan slender loris (Loris tardigardus).
Empat sub spesies dari slow loris yang ada, antara lain Nycticebus coucang bengalensis yang terdapat di Assam, Myanmar, Thailand dan Indo-Cina. Secara morfologi, berukuran besar dengan berat ± 2000g dan berwarna cerah. Nycticebus coucang, tersebar di Malaysia, Sumatera, Thailand bagian Selatan, sebelah Utara Kepulauan Natuna. Berukuran lebih kecil daripada Nycticebus coucang bengalensis, berwarna coklat terang dengan bagian dahi yang lebih gelap. Ketiga, Nycticebus coucang menagensis yang dapat dijumpai di daerah Borneo, Bangka dengan ukuran tubuh relative lebih kecil jika dibandingkan dengan Nycticebus coucang coucang. Terakhir, Nycticebus coucang javanicus, sesuai dengan namanya penyebarannya di Pulau Jawa. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada sub spesies lainnya, dengan corak yang tebal pada bagian dorsal (punggung) yang menjadikan perbedaan yang cukup mencolok.
Di Indonesia belum ditemui adanya skema pasti mengenai keberadaan dan distribusi satwa ini. Penduduk lokal bahkan kerap kali keliru menganalogikannya dengan kus-kus. Hal ini dikarenakan keterbatasan dalam penyampaian informasi.
Perilaku
Kukang terkenal dengan kehidupan malamnya (nocturnal) dan memakan beberapa buah-buahan dan sayuran, juga beberapa insecta, ma- mmalia kecil dan bahkan burung. Umumnya mereka meraih makanan de- ngan salah satu tangan lalu memasukkannya ke dalam mulut. Berbeda halnya dengan minum, cara yang dilakukan pun cukup unik. Mereka tidak minum langsung dari sumbernya tetapi mereka membasahi ta- ngannya dan menjiltinya.
Layaknya hewan-hewan nocturnal lainnya, pada siang hari kukang beristirahat atau tidur pada cabang-cabang pohon. Bahkan ada yang membenamkan diri ke dalam tumpukan serasah tetapi hal ini sangat jarang ditemui. Satu yang unik dari kebiasaan tidur kukang yaitu posisi dimana mereka akan menggulungkan badan, kepala diletakkan diantara kedua lutut/ekstrimitasnya.
Ketika malam hari tiba, kukang mulai melakkukan aktivitasnya. Mereka bergerak dengan menggunakan 4 anggota tubuhnya, pergerakan seperti ini disebut dengan quadropedal ke segala arah baik itu peregrakan vertical ataupun horizontal (climbing). Pada hewan-hewan yang hidup di penangkaran, mereka bergerak memanjat dan mengitari kandang disebut denan aksplorasi. Tak jauh berbeda dengan kehidupannya di alam, kukang yang hidup di penangkaran pun menciumi segala sesuatu / objek yang ditemuinya serta melakukan penandaan / marking dengan urine.
Berdasarkan rekaman hasil penelitian di lapangan,diketahui bahwa kukang hidup secara soliter, walaupun di beebrapa saat ditemui adanya interaksi namun tidak lebih sebatas fase tahapan reproduksi. Masa estrus pada kukang berkisar antara 30-40 hari. Pada hewan betina, jika memasuki masa estrus maka akan lebih sering mengeluarkan suara / vokalisasi berupa siulan. Selain itu, terjadi pembengkakan pada area genitalianya. Jika jantan men dengarkan dan tertarik akan siulan betina, maka jantan kemudian mendekati betina dan me- ngadakan kopulasi. Masa kehamilan atau gestation periode selama 176 sampai 198 hari atau kurang lebih selama 6 bulan.
Populasi dan Status
Populasi kukang di alam saat ini diperkirakan cenderung menurun yang disebabkan oleh perusakan habitat dan penangkapan yang terus berlangsung tanpa memper-dulikan umur dan jenis kelamin.
Penangkapan kukang yang tidak terkendali terutama untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan (pet animal). Akibatnya kukang sekarang termasuk kategori spesies terancam punah dan dilindungi Undang-undang dalam Konvensi CITES Appendix II.
Kukang tergolong satwa pemakan segala (omnivora), seperti halnya dengan primata lainnya pakan utama adalah buah-buahan dan dedaunan. Namun demikian kukang di habitat aslinya,
juga memakan biji-bijian, serangga, telur burung, kadal dan mamalia kecil.
http://mepow.wordpress.com/2009/05/20/kukang-dan-kehidupannya-by-request/

Foto Rihanna bersama kukang picu kontroversi
Terbaru  22 September 2013 - 21:22 WIB
Foto bintang pop Rihanna dengan primata yang terancam punah di Thailand memicu kontroversi dan menyebabkan penangkapan dua orang.
Bintang kelahiran Barbados yang tengah jeda dari tur dunia ini difoto bersama kukang, binatang yang dilindungi di Thailand.
Aparat di Thailand melakukan investigasi dan menangkap dua orang, satu di antaranya remaja berusia 16 tahun, yang diduga sebagai penyelundup atau pemasok bintang yang ada di foto Rihanna.
"Kami menerima laporan soal kasus ini (foto Rihanna bersama kukang) tadi malam dan kemudian polisi menangkap dua orang yang menyediakan kukang," kata Weera Kerdsirimongkon, kepala polisi Phuket dalam wawancara dengan kantor berita AP.
Menurut undang-undang Thailand mereka yang memiliki hewan-hewan yang dilindungi bisa dikenai hukuman penjara maksimal empat tahun dan denda US$1.300.
Thailand tengah berusia menghentikan eksploitasi binatang seperti gajah, orangutan, dan binatang-binatang lain di kawasan-kawasan wisata.
"Selama ini kami seperti kucing-kucingan. Namun kali ini melibatkan selebriti seperti Rihanna yang mengunggah fotonya dan disuka oleh 200.00 orang," kata Weera.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130922_rihanna_foto_primata.shtml

Kukang adalah mamalia yang hidup di atas pohon di hutan-hutan Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kukang adalah hewan yang lamban. Kaki depannya lebih panjang dari kaki belakangnya. Sebagian waktunya diluangkan untuk bergantung di atas pohon dengan kaki di bawah. Kukang tidur, mengunyah dedaunan, kawin dan bahkan melahirkan sambil bergantung terbalik.
Tanaman renik berwarna hijau, yang disebut ganggang, tumbuh pada bulu kukang. Ganggang ini memuatnya tampak kehijau-hijauan sehingga kukang sukar ditemukan di antar dedaunan.
Ada dua jenis kukang; yang berjari kaki dua buah dan yang berjari kaki tiga buah. Kukang yang berjari kaki dua buah lebih giat. Kukang makan buah-buahan, ranting dan dedaunan.. Kukang yang berjari tiga buah, ketika berada di tanah, tidak dapat menopang dirinya dengan anggota badannya. Kukang memegang benda dengan kaki depannya kemudian ditariknya badannya ke depan.
Kukang berjari kaki tiga diklasifikasikan sebagai Bradypus tridactylus, sedangkan kukang berjari kaki dua diklasifikasikan sebagai Choloepus hoffmanni.
http://fajarichwannoor.wordpress.com/biogeografi-dan-persebaran-hewan-di-muka-bumi/kukang/

Kukang Nycticebus Kayan
Mengapa harus berhati-hati? Yup, spesies yang ditemukan akhir tahun 2012 di Kalimantan ini punya gigitan yang beracun. Bisa-bisa berakibat fatal bagi yang terkena racunnya.

Sebenarnya, racun kukang tersebut berasal dari kelenjar yang ada di sikunya. Binatang ini menjilati sikunya yang beracun dan mencampurnya dengan air liur. Cairan inilah yang digunakan untuk menggigit pemangsa yang dianggap mengancam nyawanya. Bahkan, gigitan ini digunakan untuk mempertahankan anak-anaknya.

Pertama kali melihat, hewan ini memang tampak menggemaskan.  Ukurannya yang mungil membuat kita sulit menemukannya di sekitar Sungai Kayan, Kalimantan. Perbedaan bentuk fisik dengan primata lainnya  terlihat dari tanda di kepalanya. Biasanya, kukang jenis ini beraktivitas di malam hari. Hal ini membuat para peneliti biologis sulit mendeteksi keadaannya. Hingga saat ini ciri-ciri fisiknya belum bisa diketahui secara detil.

Sayangnya, primata ini bergerak lambat sehingga sering menjadi target para pemburu liar. Kukang tersebut dijual di perdagangan hewan illegal. Binatang ini juga sering dicabut giginya untuk dijadikan hewan peliharaan.

Selain Nycticebus Kayan, Profesor Anna Nekaris dari Oxford Brookes University dan Munds Rachel dari University of Missouri di Columbia, Amerika Serikat juga menemukan spesies primata lain, yang berasal dari Kalimantan dan Filipina, yaitu Nycticebus Menagensis, Nycticebus Borneanus dan NycticebusBancanus. Ayu – Foto: http://www.sciencedaily.com
http://www.gadis.co.id/gaul/aksi/kukang.nycticebus.kayan/001/006/304

LINK KUKANG DENGAN FOMAT “PDF” :
http://www.internationalanimalrescue.org/sites/default/files/client/_iar-slowloris-ind-FINAL_0.pdf

LINK KUKANG DENGAN FOMAT “PDF” :
http://biodiversitas.mipa.uns.ac.id/D/D0601/D060109.pdf

Senin, 01 April 2013

Rahasia Kukang yang Malas



Dijuluki sebagai binatang yang malas. Kenapa kukang sangat malas, ya?
Jalannya pelan sekali. Tangannya juga bergerak pelan saat meraih makanan, apalagi saat mulutnya mengunyah makanan.Pelan sekali. Aduh, kalau melihat kukang rasanya tidak sabar, deh.
Tidak heran jika orang menjuluki kukang sebagai binatang pemalas dan pendiam. Rupanya, sifat malas kukang disebabkan proses kimia di tubuhnya berjalan lambat.
Banyak orang ingin memelihara kukang karena lucu. Bulunya tebal. Cengkeraman tangannya yang mungil sangat kuat. Lingkaran hitam di matanya seperti kacamata. Kacamata palsu itu membuat mata kukang yang kecil tampak besar.
Sepintas lalu, kukang tampak seperti binatang yang lemah dan bodoh. Padahal, kukang sebenarnya binatang yang pintar, lo. Jika diserang, kukang bergelung dan melumuri punggungnya dengan minyak yang keluar dari tangannya. Pemburu jadi sulit menangkap kukang karena licin.
Selain itu, kukang juga punya senjata. Ludahnya beracun bagi binatang lain. Ibu kukang melumuri anaknya dengan ludah agar tidak dimakan ular atau elang.
Cara minum kukang sangat unik. Kukang tidak pernah minum langsung dengan mulutnya. Dia mengambil air dengan tangannya, lalu menjilat-jilat tangannya yang basah.
Uniknya lagi, kukang tidur sambil duduk. Kepalanya ditekuk, disembunyikan di kakinya. Hihihi... kukang mirip bola kalau sedang tidur. Kukang hanya tidur terlentang jika udara panas.
(Johanna Ernawati)
http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Potret-Negeriku/Flona/Fauna/Rahasia-Kukang-yang-Malas

Kukang, Mamalia yang Hanya Memiliki Satu Pasangan Seumur Hidup

Monday, 13 May 20130 comments

Kukang memiliki nama latin (Nycticebus coucang). Kukang merupakan jenis primata kecil yang lamban dalam bergerak, makanya tidak mengherankan kalau dalam bahasa Inggris kukang disebut dengan nama slow loris.

Kukang merupakan hewan nokturnal (aktif dimalam hari), dan arboreal (banyak menghabiskan waktunya di atas pohon). Makanan utama mereka adalah getah pohon, madu bunga, buah dan anthropoda. 

Kukang merupakan binatang yang suka menyendiri (soliter). Bahkan dalam sebuah study ditemukan fakta bahwa dalam sepanjang harinya hanya 8% dari waktu aktifnya yang mereka gunakan untuk berada di dekat makhluk lain.

Kukang juga dikenal sebagai binatang monogami (satu pasangan seumur hidup). Bayi mereka akan lahir setelah mengalami masa kandungan selama 192 hari. Dan setelah si anak berumur antara 16 -27 bulan atau sudah siap untuk kawin, mereka akan meninggalkan kedua orang tua mereka.

Kukang dewasa memiliki panjang tubuh sekitar 19 hingga 30 cm dengan berat antara 0,375 kg hingga 0,9 kg. Penampilan kukang yang lucu dan menggemaskan membuat hewan langka ini menjadi incaran orang untuk dijadikan binatang peliharaan. Padahal hewan ini sudah dilindungi oleh Undang-Undang.

Penyebaran hewan yang sering juga disebut dengan nama 'malu-malu' ini ternyata sangat luas. Ada sekitar 8 genus yang terbagi dalam 14 jenis kukang yang mendiami wilayah mulai dari Selatan Gurun Sahara di Afrika, Asia Selatan seperti India, Sri Langka, Asia Timur dan Asia Tenggara. 

Yang dapat ditemui di Indonesia adalah kukang yang bermarga Nycticebus. Marga kukang ini terdiri dari 5 jenis yaitu Nycticebus coucang (tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera, dan sekitarnya),
Nycticebus pygmaeus (mendiami Kamboja, Laos, dan Indocina), Nycticebus bengalensis (mendiami India hingga Thailand), Nycticebus javanicus (hanya ada di Pulau Jawa), dan Nycticebus menagensis (mendiami Kalimantan dan sekitarnya)

Habitat kukang adalah semak belukar, dan rumpun bambu di hutan tropis. Belum ada data yang pasti yang menunjukkan berapa jumlah populasi kukang di Indonesia. Namun diperkirakan jumlahnya terus menurun akibat semakin menipisnya habitat mereka, dan maraknya perburuan terhadap binatang imut ini.

Populasi kukang yang kian menurun ini membuat status mereka menjaid binatang terancam punah. Pemerintah pun memasukkan mereka ke dalam jenis binatang yang dilindungi Undang-Undang. Namun perburuan kukang seperti tidak ada hentinya.

Kukang diburu untuk dijual secara ilegal. Ada yang digunakan sebagai bahan baku obat tradisional, ada juga yang hanya untuk dijadikan hewan peliharaan. bahkan ada yang sampai memotong gigi-gii kukang agar si kukang terlihat sebagai binatang yang jinak.
http://faunague.blogspot.com/2013/05/kukang-mamalia-yang-hanya-memiliki-satu.html

Konservasi Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) di Luar Kawasan Konservasi (Studi Kasus Kampung Bojong Menteng, Bogor)
Title:
Konservasi Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) di Luar Kawasan Konservasi (Studi Kasus Kampung Bojong Menteng, Bogor)
Author:
Wachyuni, Mardiana; Ma'mur, Rizqiah; Betriaroza; Fajar, Muis
Abstract:
Kukang jawa (Nycticebus javanicus) menurut kriteria CITES termasuk ke dalam kriteria appendiks II. Sebagai salah satu primata yang dilindungi, satwa ini memiliki populasi yang semakin sedikit karena adanya perburuan liar dan gangguan terhadap habitatnya. Kegiatan penelitian Kukang jawa ini dilakukan di Kampung Bojong Menteng Bogor. Data yang diperoleh berasal dari data primer (secara lungsung) dan sekunder (secara tidak langsung). Berdasarkan observasi, jumlah Kukang jawa yang tersisa di habitatnya sebanyak 2 individu. Sedangkan berdasarkan wawancara, telah ditemukan 5 individu Kukang jawa, 4 diantaranya ditangkap dan dijual. Keberadaan Kukang jawa di lokasi penelitian ikut terancam karena adanya konversi lahan, penebangan bambu sebagai habitatnya dan penangkapan.untuk itu, perlu alternatif program konservasi agar keberadaaan kukang tetap lestari.
URI:
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/32768
Date:
2008
http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/32768

Kukang—kadang-kadang disebut pula malu-malu—adalah jenis primata yang bergerak lambat. Warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Berat tubuh 0,375-0,9 kg, panjang tubuh dewasa 19-30 cm.

MENGINDENTIFIKASI KANDANG

 

untuk masalah kandang disini perlu di perhatikan karena ini sangat dekat hubungannya dengan kesehatan si kukang itu sendiri..kenapa,..??kukang berasal dari hutan yang berarti tanpa batas ruang...

biasanya si kukang kalo lagi stres gampang terkena penyakit nah itu yang harus kita hindari karena kalo sudah terkena penyakit bukan kukang saja tetapi si pemilik juga bisa terserang penyakit...

 

MEMBUAT KANDANG YANG IDEAL

 

1.cari ruangan yang bersirkulasi baik,,terus bila sudah menemukan tempatnya lalu siapkan :

·             kayu kaso panjang 80cm 12 buah

·             paku secukupnya

·             ram kawat masing 6 buah yang ukuran nya di sesuaikan

·             bambu buat alas dasar (biar kotoran nya mudah di bersikan)

        

 2. Kebersihan kandang harus terjamin, karena kandang yang kotor dapat menimbulkan penyakit terhadap kukang itu juga dapat menguragi bau pesing/kencing yang di akibatkan kukang.untuk membuat bau netral bisa juga kandang di jemur di bawah terik matahari itu cukup mengurangi bau pesing dan bau yang kurang sedap.

3. Kandang kukang harus diberi kayu/ batang karena dia sangat suka memanjat,carilah batang pohon yang kira kira panjangnya pas dengan kandang agar kukang dapat mudah melatih motorik dalam memanjat.


4. Waspada terhadap semut, semut akan datang karena minuman yang manis dan apabila semut tidak dibersihkan akan membuat takut kukang dan juga membuat nya strees, oleh karna itu saya menggunakan kapur anti semut dan kecoa biar tidak mengganggu si kukang yang sedang tidur maupun sedang makan. 

 

5.membuat patuh terhadap majikan, hal ini merupakan setiap keinginan bagi orang orang yang senang memelihara hewan termasuk saya, hehhee... untuk langkah pertama yaitu :

ketika mau memberi makan cobalah langsung dari tangan anda,..kenapa? agar si kukang tau bahwa dia memiliki ketergantungan kepada anda yang memberi makan..

ajaklah kukang bermain oleh anda ini gunanya biar si kukang terbiasa oleh anda mungkin pertama-tama anda akan di buatnya kaget dengan cara dia yang bergerak perlahan lahan terus menggigit anda yang padahal gigitanya tidak menyakitkan kaya cuma di jilat gtu,,..

coba langkah itu selama 2 minggu setelah sudah mau di panggil terus mendekat kepada kita, lalu kita coba dengan latihan masuk ke kandangnya sendiri dengan melemparkan suatu benda yang sering menjadi main waktu melakukan metode di atas,,kalo saya benda itu ialah sebuah handphone yang sudah rusak..hehehe  tapi klo yang lain juga bagus ko seperti bola,boneka kecil yang penting benda yang memilik bau yang khas,..

kalau sudah menginjak waktu 1 bulan coba kukang anda menaiki pundak anda dengan cara menunjuk jari anda ke bahu anda, bila masih tidak mau cobalah dengan menaruh benda yang menjadi media di atas untuk di taruh ke bahu anda..

 

MENGENALI JENIS  JENIS MAKANAN DAN MINUMAN

hewan ini termasuk hewan nokturnal/aktif di malam hari, dia tipe hewan yang suka rasa manis,..seprti buah-buahan yaitu yang sering di pakai adalah pisan ladu,pepaya,dan pear.....

untuk minumnya yang biasa di pakai teh manis,susu murni,susu kedelai....

 

sebelumnya saya ingin memberitahukan kepada majikan kukang, tidak ada suatu hal yang ingin kita dapat tanpa pengetahuan dan ketulusan hati yang bisa buat hasil itu akan indah bila kita dapatkan dan jangan memaksakan suatu kehendak kita yang belum tentu benar..thanks buat yang udah baca semoga info ini bermanfaat bagi yang membaca dan selalu bersabar     God luck

http://congi1998.blogspot.com/


LINK KUKANG DENGAN FOMAT “PDF” :
http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/124116-BIO.007-08-Pola%20aktivitas-Literatur.pdf

Keberadaan Kukang Jawa di TNGGP

Sebagai kawasan hutan hujan pegunungan, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dikenal memiliki berbagai jenis keanekaragaman hayati, salah satunya adalah primata. Sudah lama diketahui bahwa kawasan TNGGP merupakan habitat dari lima jenis primata yaitu owa jawa (Hylobates moloch Audebert, 1798), surili (Presbytis comata), lutung (Trachypithecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan kukang jawa (Nyticebus javanicus).
Empat jenis primata yang disebutkan pertama adalah jenis primata yang umum ditemukan di hampir seluruh kawasan hutan taman nasional dan memilki data-data penunjang yang sudah relatif lengkap. Sedangkan untuk jenis primata yang terakhir yaitu kukang (Nyticebus javanicus) belum memiliki data yang lengkap bahkan mungkin pula keberadaannya di kawasan hutan TNGGP belum diketahui oleh masyarakat luas.
Mengenal Kukang
Kukang (Nyticebus javanicus) merupakan jenis primata terkecil yang hidup di TNGGP, dengan ukuran kepala hingga ekor sekitar 280 – 320 mm. Rambut yang tumbuh di sekujur tubuhnya sangat lebat dan halus dengan warna kelabu keputihputihan, pada punggung terdapat garis coklat melintang dari dari bagian belakang tubuh hingga dahi. Kukang juga merupakan satu-satunya primata nocturnal yang hidup di kawasan hutan TNGGP. Secara umum kukang adalah primata yang hidup di hutan tropis Indonesia, menyukai hutan primer dan sekunder, semak belukar dan rumpun-rumpun bambu. Kukang tersebar di Asia Tenggara. Di Indonesia kukang ditemukan di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Akan tetapi sampai saat ini belum ada data yang pasti dan akurat tentangjumlah populasi kukang di alam. Akan tetapi jika dilihat dari berkurangnya habitat kukang serta maraknya perburuan dan perdagangan illegal bisa dijadikan indikator bahwa keberadaan kukang di alam mengalami penurunan.
Di Indonesia kukang sudah dilindungi sejak tahun 1973 dengan Keputusan Menteri Pertanian tanggal 14 Pebruari 1973 No. 66/ Kpts /Um/2/1973. Perlindungan ini dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, yang memasukan kukang dalam lampiran jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 21 ayat 2, perdagangan dan pemeliharaan satwa dilindungi termasuk kukang adalah dilarang. Pelanggar dari ketentuan ini dapat dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta. Dengan adanya peraturan tersebut, maka semua jenis kukang yang ada di Indonesia telah dilindungi. Sementara itu badan konservasi dunia IUCN, memasukan kukang dalam kategori Vulnerable (rentan), yang artinya memiliki peluang untuk punah 10% dalam waktu 100 tahun. Sedangkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of wild fauna and flora) memasukan kukang ke dalam apendix II. Manajemen Ahli taksonomi mengklasifikasikan kukang sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub Phylum : Vertebrata
Class : Mamalia
Ordo : Primata
Sub Ordo : Strepsirrhini
Famili : Lorisidae
Genus : Nycticebus
Spesies : Nycticebus javanicus
Ciri morfologi untuk mengenali kukang antara lain terdapat lingkaran seperti cincin berwarna gelap yang mengelilingi matanya dan hidungnya berwarna putih. Ibu jari dan jari kaki yang besar bersifat perpendicular dengan jari-jari yang lain. Betina memiliki 2 pasang mammae yang terdapat pada bagian pectoral dan bagian bawah thoracic, selain itu juga terdapat vulva yang tertutup sampai pada masa estruss. Primate kecil ini memiliki warna rambut beragam dari kelabu, keputihan, kecoklatan hingga kehitam-hitaman. Pada pnggungnya terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Panjang tubuh sekitar 19 – 30 cm dengan berat tubuh kurang dari 2 kg. Kukang tersebar di Asia Tenggara. Di Indonsia, hewan ini ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Kukang merupakan binatang nocturnal, arboreal. Si malu-malu ini hampir tidak pernah terlihat tidak berada di atas pepohonan. Primate kecil ini menyukai hutan primer dan sekunder, semak belukar dan rumpun-rumpun bambu. Malu-malu merupakan omnivore yang memakan serangga, anak burung, telur burung serta buah-buahan dan beberapa bagian tanaman. Saat berburu kukang bergerak dengan pelan agar mangsa tidak merasa ketakutan. Selanjutnya dia akan menangkap mangsanya dengan sangat cepat. Genggaman dari kaki belakang hewan ini sangat kuat sehingga sering dia mencari mangsa dengan bergelantungan kebawah dan menangkap mangsanya menggunakan tanganya. Kukang jantan hidup solitary dan memiliki wilayah teritorial yang ditandai dengan urinya untuk menghindari konflik dengan individu lainya. Jantan kukang juga memiliki wilayah jelajah yang dilengkapi dengan beberapa betina. Dalam wilayah jelajahnya, jantan kukang akan mengecek betina – betina yang ada dengan melihat urinya apakah betina dalam kondisi estrus. Primate kecil ini memiliki beberapa cara untuk berkomunikasi. Komunikasi yang dilakukan meliputi komunikasi visual, taktil, vocal / suara dan kimia / penciuman.
Mereka menggunakan bau urinya sebagai alat komunikasi untuk menandai daerah teritorinya. Contoh bentuk komunikasi visual dilakukan ketika mereka meminta kepeda individu lain untuk melakukan grooming. Individu yang meminta untuk grooming akan menyodorkan sebagian tubuhnya kepada lawanya. Contoh lain dari komunikasi visual dilakukan saat mereka bergelantungan dengan kaki di atas sebagai ajakan untuk bermain bersama. Contoh dari komunikasi taktil ketika mereka melakukan serangan kepada individu lain dan juga ketika melakukan grooming. Kukang tidak memiliki batasan musim kawin. Mereka dapat kawin sepanjang tahun. Dalam 1 kali kelahiran betina kukang menghasilkan 1 anak kukang. Kematangan seksual (pubertas) rata-rata di usia 18 bulan sedangkan jantan pada usia 17 bulan. Saat estrus dan siap untuk kawin, organ genitalia betina akan terlihat bengkak dan berwarna merah muda. Betina yang siap dibuahi akan memberkan signal dengan menggelantungkan tubuhnya. Masa kehamilan kukang selama 184 sampai 197 hari dan rata-rata selama 191 hari. Interval antara satu kelahiran rata-rata 16,2 bulan.
Peranan dan Manfaat Kukang
Kukang memiliki peran sangat penting terhadap ekosistem, terutama dalam menjaga keseimbangan dalam rantai makanan. Peran kukang adalah sebagai predator utamanya serangga sehingga kukang dapat berperan sebagai pengendali hayati bagi serangga – serangga phytophagus. Selain itu, perananya sebagai pemakan buah juga dapat membantu tanaman dalam pemencaran biji. Peran satwaliar (termasuk kukang) dalam ekosistem ini dianggap merupakan peran yang disandang secara alamiah (pentingnya keberadaan dan peranan kukang ketika diciptakan- menurut sebagian besar Konservasionis dan menurut religi).
Sedangkan diluar itu (bertentangan dengan faham konservasi, pemanfaatan yang berkelanjutan) tidak sedikit pula masyarakat yang menganggap bahwa kukang dapat dimanfaatkan secara ekonomi antara lain bulu-bulunya dapat dimanfaatkon oleh industri pakaian; perawakan kukang yang lucu dan menggemaskan dapat menjadi penghibur manusia sebagai hewan peliharaan; sebagai obat-obatan tradisional; daging kukang tersebut dipercaya sebagai obat yang bisa meningkatkan stamina laki-laki; juga bagian kukang seperti kerangka juga dipercaya memiliki kekuatan mistis untuk menolak bahaya dan membuat rumah tangga tenteram.
Pemanfaatan dengan tujuan ekonomi terhadap semua jenis satwa liar (termasuk kukang) secara langsung dengan memanen dari alam akan sangat mengancam kelestarian jenisnya, dan secara tidak langsung akan mengganggu rantai makanan dan pada akhirnya mengganggu pula keseimbangan ekosistem.  Pemanfaatan yang lebih bijaksana adalah melalui pengembangan penangkaran mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku.
Kukang Jawa di TNGGP
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Javan Slow Loris Conservation Project (2006) dari Universitas Indonesia maka diketahui bahwa populasi kukang di kawasan hutan TNGGP adalah sebagai berikut : dari 8 (delapan lokasi yang dijadikan tempat penelitian terdapat sekitar 15 jumlah kelompok kukang dengan jumlah individu sekitar 21 ekor.
Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Studi Biodiversitas & Konservasi Universitas Indonesia PSBKUI bekerjasama dengan Kelompok Studi Hidupan Liar COMATA ini merupakan survey perdana bagi keberadaan kukang di TNGGP dan hanya meliputi lokasi di Resort Bodogol pada Bidang Pengelolaan TN Wilayah III Bogor. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Jarot Arisona (2007) mengenai Studi Populasi, Perilaku Dan Ekologi Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus Geoffroy, 1812) Di Kawasan Hutan Bodogol Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jarot Arisona ini maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut sebagai data awal keberadaan Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus Geoffroy, 1812) di kawasan TNGGP :
1. Survei kukang jawa di hutan Bodogol TNGGP dilakukan sebanyak 66 kali (29 kali di hutan primer & 37 kali di hutan sekunder).
2. Survei di hutan primer dilakukan pada tujuh jalur pengamatan sedangkan di hutan sekunder dilakukan pada enam jalur transek.
3. Pengulangan survei dilakukan sebanyak tiga sampai empat kali untuk setiap transek.
4. Kukang jawa tidak tersebar merata. Ada individu-individu yang hidup dalam satu daerah jelajah sendiri dan ada individu-individu yang daerah jelajahnya saling tumpang tindih (overlap) satu sama lain.
5. Kepadatan kukang jawa di hutan primer lebih rendah (4,29 individu/km2) dibandingkan dengan kepadatan kukang jawa di hutan sekunder (12,16 individu/km2).
6. Komposisi kukang jawa yang diteramati di hutan primer dan di hutan sekunder menunjukkan bahwa jumlah individu dewasa lebih banyak daripada individu muda.
7. Kukang jawa dapat dijumpai sebagai individu soliter maupun sebagai kelompok.
8. Setiap kelompok kukang yang dijumpai terdiri dari dua individu dengan komposisi masing-masing kelompok bervariasi yaitu pasangan yang terdiri atas 1 individu jantan dewasa dengan 1 individu betina dewasa atau pasangan yang terdiri atas 2 individu pradewasa atau betina dewasa dengan bayinya.
9. Kukang jawa lebih sering menunjukkan respon netral (58,33%) daripada respon negatif (41,67%). Hal tersebut dapat menjadi indikasi bahwa gangguan manusia di hutan Bodogol masih rendah.
10. Pola aktivitas kukang jawa di hutan primer berbeda nyata dengan pola aktivitas kukang di hutan primer.
11. Kukang betina lebih aktif daripada jantan.
12. Meski pergerakannya lambat, kukang memiliki berbagai macam posture pergerakan dengan persentase sebagai berikut, sit 24%, climb down 12%, sleeping ball 12%, quadropedal walk 10%, upside down quadropedal walk 10%, climb up 9%, quadropedal stand 6%, bridge 6%, quadropedal hang 5%, bipedal hang 4%, tripedal hang 2%.
13. Kukang jawa paling sering menggunakan ranting atau cabang berdiameter 5—10 cm (36,11%), selanjutnya ranting kecil berdiameter <1cm (25%), cabang atau batang berdiameter >10 cm (22,22%), ranting besar berdiameter 1—5 cm (13,89%), dan liana (2,76%).
14. Tingkat vegetasi yang digunakan adalah tingkat tiang diameter 5-35 cm (52,78%), pohon diameter >35cm (30,56%), dan pancang diameter 5-10 cm (16,67%).
15. Jenis pohon yang teramati digunakan kukang jawa untuk beraktivitas adalah Rasamala (Altingia excelsa), Pinus (Pinus perkusii), Pasang (Quercus lineata), Rotan (Calamus sp.), Mangong (Macaranga rhizinoides) dan Kaliandra (Caliandra calothryrsus).
Kukang Terancam Punah
Berdasarkan suvey dan monitoring yang dilakukan ProFauna sejak tahun 2000 hingga 2006, diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 6000 hingga 7000 ekor kukang yang ditangkap dari alam di wilayah Indonesia untuk diperdagangkan. Ini menjadi ancaman serius bagi kelestarian kukang di alam, mengingat perkembangbiakan kukang cukup lambat, yaitu hanya bisa melahirkan seekor anak dalam satu tahun setengah. Permasalahan lain adalah belum adanya data ilmiah yang pasti mengenai populasi liar kukang di alam. Kukang yang aktif di malam hari dengan pergerakannya yang lambat membuat sangat sulit untuk menemui kukang di alam. Anehnya para penangkap kukang dengan mudah bisa menemukan kukang di alam. Dikuatirkan tanpa disadari populasi kukang di alam akan turun drastis akibat penangkapan untuk diperdagangkan. Meski kukang telah dilindungi, namun upaya penegakan hukumnya mesti ditingkatkan. Perlindungan di tingkat internasional yang lebih ketat dengan memasukan kukang ke dalam apendix I CITES akan membantyu kukang untuk tetap lestari. Karena kukang telah dilindungi oleh undang-undang Republik Indonesia, maka sudah sepatutnya pemerintah Indonesia juga mendukung upaya menaikan status kukang untuk masuk dalam apendix I CITES. Dengan demikian perdagangan internasional kukang tidak akan boleh lagi hasil penangkapan dari alam.
http://www.gedepangrango.org/keberadaan-kukang-jawa-di-tnggp/3/

Kukang Api yang penuh Misteri
ahukah anda bahwa hewan Kukang ada yang memiliki keanehan terutama pada jenis Kukang yang berbulu merah dan terkenal dengan sebutan Kukang Api, di pulau sumatera banyak cerita yang menyebutkan bahwa kukang api memiliki keanehan tidak tersentuh oleh api yang membara. begitulah cerita misteri kukang api ketika dimasukkan kedalam kobaran api maka tidak sehelai bulupun yang terbakar.

Misteri lain pada kukang yaitu ketika malam hari Kukang Api dikurung dalam sangkar dan ada petir yang sangat keras maka kukang bisa menghilang dari sangkarnya. Begitu juga dengan daging kukang yang dipercaya sebagai obat kuat meningkatkan stamina laki-laki dan tengkorak kukang dipercaya memiliki khasiat mistis membuat rumah tangga tenteram ataupun sebagai penolak bahaya.

Nama Latin Kukang adalah Nycticebus Coucang dan hewan primata ini termasuk salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia. Maka tidak ada alasan bagi kita untuk memburu kukang yang populasinya tinggal sedikit itu. banyak masyarakat ingin menjadikan Kukang sebagai hewan peliharaan karena kukang memang hewan yang lucu dan menggemaskan. karakteristik kukang sangat ciri khas sebagai hewan yang pemalu, ia akan menyembunyikan wajahnya ketika didekati oleh orang asing.
http://www.bertuah.info/2012/02/kukang-api-yang-penuh-misteri.html

Kukang (Nycticebus coucang) yang Malu-malu

Posted on by alamendah
Kukang atau disebut juga Malu-malu merupakan primata yang mempunyai gerakan lambat. Di dunia terdapat 14 jenis (spesies) kukang yang 3 diantaranya terdapat di Indonesia. Ketiga jenis kukang yang hidup di Indonesia adalah kukang besar (Nycticebus coucang), kukang jawa (Nycticebus javanicus), dan kukang borneo (Nycticebus menagensis).
Ketiga jenis kukang memiliki ciri yang hampir sama. Warna bulu kukang (malu-malu) beragam, mulai kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung kukang terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Kukang mempunyai berat tubuh 0,375-0,9 kg, dengan panjang tubuh dewasa antara 19-30 cm.
Kukang merupakan primata yang hidup di hutan tropis dan menyukai hutan primer dan sekunder, semak belukar dan rumpun-rumpun bambu dan beraktifitas dimalam hari.
Kukang Besar (Greater Slow Loris). Kukang bernama latin Nycticebus coucang ini paling banyak diperdagangkan. Kukang yang hidup alami di Indonesia (Sumatera), Semenanjung Malaysia, Singapura, dan Thailand ini dalam bahasa Inggris selain disebut sebagai Greater Slow Loris, juga disebut Slow Loris, Sunda Slow Loris.
Nama ilmiahnya bersinonim dengan Nycticebus brachycephalus (Sody, 1949), N. buku (Robinson, 1917), N. coucang (Boddaert, 1785) ssp. coucang, N. hilleri (Stone & Rehn, 1902), N. insularis (Robinson, 1917), N. malaiana (Anderson, 1881), N. natunae (Stone & Rehn, 1902), N. sumatrensis (Ludeking, 1867), N. tardigradus (Raffles, 1821).
Kukang Jawa (Javan Slow Loris). Kukang bernama latin Nycticebus javanicus ini merupakan primata endemik Pulau Jawa. Kukang jawa termasuk salah satu primata terlangka dan paling terancam kepunahan, karena itu oleh IUCN Redlist dikategorikan sebagai spesies Endangered.
Sebelumnya, kukang jawa dianggap sebagai anakjenis (sub spesies) dari Nycticebus coucang namun kemudian diakui sebagai spesies tersendiri. Nama ilmiahnya bersinonim dengan Nycticebus ornatus (Thomas, 1921).
Kukang Borneo (Bornean Slow Loris). Kukang bernama latin Nycticebus menagensis ini endemik Kalimantan yang bisa ditemukan di Indonesia (Kalimantan, Bangka, dan Belitung), Malaysia (Sabah dan Serawak), Brunei Darussalam, dan sebagian Filipina.
Sebelumnya, kukang jawa dianggap sebagai anakjenis (sub spesies) dari Nycticebus coucang namun kemudian diakui sebagai spesies tersendiri. Nama ilmiahnya bersinonim dengan Nycticebus bancanus (Lyon, 1906), N. borneanus (Lyon, 1906), N. coucang (Trouessart, 1893) ssp. menagensis, N. philippinus (Cabrera, 1908).
Konservasi. Kukang jawa, oleh IUCN Redlist dimasukkan dalam status konservasi “Endangered” (Terancam Punah), sedangkan kedua jenis kukang lainnya berstatus “Vulnerable”. Anehnya, dari ketiga spesies kukang (malu-malu) itu hanya kukang besar (Nycticebus coucang) saja yang masuk daftar satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999. Padahal keberadaan kukang di alam bebas semakin terancam punah akibat banyaknya perburuan untuk menjadikan kukang sebagai binatang peliharaan.
Oleh CITES, semua jenis kukang dimasukkan dalam Apendiks I sejak tahun 2008. Dengan dimasukkannya kukang atau malu-malu dalam Apendiks I, berarti perdagangan kukang dilarang di seluruh dunia kecuali kukang hasil penangkaran.
Kukang dengan tingkahnya yang malu-malu memang menarik minat setiap orang untuk menjadikannya sebagai hewan peliharaan. Namun kita musti sadar akan status konservasinya yang semakin terancam punah. So, tentunya akan lebih bijak jika membiarkan Sang kukang tetap malu-malu di habitat aslinya.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Ordo: Primata; Famili:Lorisidae; Genus: Nycticebus; Spesias: Nycticebus coucang, Nycticebus javanicus, Nycticebus menagensis. Sinonim: Lihat artikel. Nama Indonesia: Kukang, Malu-malu.
http://alamendah.org/2010/08/08/kukang-nycticebus-coucang-yang-malu-malu/









      edit